Blogger Tricks

CARUT MARUT KURIKULUM NEGERI INI

Kurikulum yang carut-marut akan berpengaruh kepada keroposnya SDM di negara indonesia ini, karena kurikulum merupakan pondasi yang harus terus dirawat dan dijaga sehingga output yang dihasilkan bisa sesuai dengan tujuan yang sebelumnya sudah ditentukan. Sebuah PR tersendiri kepada pemimpin negeri ini untuk bagaimana bisa menata dan meluruskan kembali kurikulum yang sebelumnya seperti bola ruwet sehingga outputnya juga ruwet.

Kurikulum merupakan elemen strategis dalam sebuah layanan program pendidikan, maka semestinya kurikulum menghasilkan proses dan produk pendidikan yang baik. Betapa penting peran kurikulum dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk merevisi, mengembangkan dan menyempurnakan desain kurikulum pendidikan Indonesia yang bisa menghasilkan proses dan produk pendidikan yang bermutu dan kompetitif. Usaha penyempurnaan kurikulum ini sudah dimulai sejak Indonesia memprokalimirkan kemerdekaanya. Sampai saat ini, tercatat 10 kurikulum pernah dikembangkan dan dilaksanakan dalam sistem pendidikan nasional.

Kurikulum pendidikan yang saat ini berubah-ubah menjadi kebingungan tersendiri bagi pendidik maupun peserta didik. Siswa seakan-akan menjadi kelinci percobaan untuk menemukan kurikulum mana yang pengaruhnya lebih besar terhadap mutu pendidikan. Jadi tak heran bila belum genap satu tahun kurikulum sudah diisukan akan diganti dengan kurikulum yang lain. Lucunya lagi, perubahan kurikulum yang membingungkan menjadi ladang uang bagi pihak tertentu. Tiap pergantian kurikulum maka buku ajarpun berganti walaupun sebenarnya yang berubah adalah cover buku yang dipoles lebih menarik, isinya sama saja dengan buku yang digunakan kurikulum lama, dan siswa diwajibkan untuk membeli buku baru.

Beberapa kelemahan terkait dokumen kurikulum tersebut adalah: muatan lokal dan Ujian Nasional.
Muatan lokal; Menurut Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah terbitan BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) tahun 2006, Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada, atau materinya terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Namun dalam perumusannya, banyak sekali panduan mengenai pelaksanaan pembelajaran yang tidak sesuai dengan konsep muatan lokal yang sebenarnya. Hal ini tentu menyebabkan pendangkalan makna muatan lokal itu sendiri.

Ujian Nasional; kenapa ujian nasional itu terbatas kepada empat mata pelajaran saja, padahal seseorang yang pandai akuntansi atau agama misalnya dia bisa berkiprah di masyarakat . Hanya disebabkan tidak lulus ujian bahasa Indonesia atau matematika, atau bahkan bahasa Inggris dia harus menelan pil pahit karena tidak lulus ujian Nasional. Itulah yang selalu menghantui para siswa-siswi negeri ini. Mungkin mereka yang menyusun sistem seperti menginginkan suatu yang positif, tetapi mereka tidak mengerti seperti apa psikologis para siswa yang menjalankan sistem yang bisa dibilang sistem yang lucu dan melucui negeri sendiri.

“SURAT UNTUK PRESIDEN”
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
“Pak Jokowi, disini saya mewakili suara sahabat dan adik kelas saya bahwsanya kami ingin sistem pendidikan yang saling menguntungkan entah itu untuk negeri ini maupun untuk kami sendiri. Pak, kita tau kawula muda merupakan investasi emas yang akan dipetik ketika sudah matang, maka dari itu penetapan kurikulum yang tepat haruslah secepatnya terealisasikan. Pada dasarnya Kurikulum 2013 sudah memenuhi keriteria yang memungkinkan tetapi suatu pertanyaan besar muncul KENAPA HARUS DIBERHENTIKAN begitu saja, yang menurut saya itu suatu hal yang sepele. Pak, maaf ketika tulisan ini salah maupun tidak mengenakkan dihati bapak dan para menteri-menteri bapak yang ada di istana sana. Inilh isi hati saya untuk Negeri Indonesia ini.”
Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwamith Thorieq.
Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

ABD. BASSITH TAMAMI
                                     Penulis